Sabtu, 10 November 2012

7 Rahasia Sukses ala Mark Zuckerberg



            Mark Zuckerberg mengguncang dunia setelah mendirikan Facebook pada tahun 2004. Dia juga digolongkan sebagai pemuda terkaya di dunia. Lantas, apa rahasia sukses Mark Zuckerberg? Ada sejumlah kunci suksesnya yang ditelaah oleh para ahli pengembangan bisnis.

Mimpi
            Facebook didirikan bukan secara kebetulan. Mark merancangnya mulai dari mimpi. “ Kami membangun sesuatu yang kami pikir bagus. Kami ingin membantu orang berbagi foto, video, dan berbagi pesan satu sama lain,” ujarnya.

Berpikir Besar
            Meski awalnya proyek kampus, Mark berpikir bahwa dengan Facebook cara berkomunikasi orang akan berubah. “ Dengan memberi orang kekuatan untuk berbagi, kami membuat dunia lebih transparan,” katanya.

Mulailah dari Kecil
            Beruntunglah di zaman teknologi informasi ini karena suatu usaha bisa dimulai dari ukuran kecil tanpa kehilangan gema besarnya. Tidak perlu menunggu modal besar untuk memulainya. Bisnis sukses seperti yang dilakukan Bill Gates ( Microsoft ) dan Steve Jobs ( Apple ) dimulainya juga dari kecil  ( garasi rumah )
            Begiyu juga dengan Mark Zuckerberg yang mulai membangun Facebook dari kamarnya yang kecil.

Percaya pada Diri Sendiri
            Memulai bisnis tentu bukan pekerjaan mudah. Tapi bekal pengetahuan dan kemampuan bisa mempermudahnya. Percaya pada kemampuan diri sendiri menjadi hal paling penting.
            “ Saya memulai bisnis website ketika masih 19 tahun dan tidak tahu apa - apa mengenai bisnis. Tetapi kunci simpelnya adalah, jika kita memulainya dari sesuatu yang lebih mudah, kita pasti bisa membuat suatu kemajuan,” ujarnya.

Ikuti Gairah
            Pekerjaan apa yang membuat kita bergairah ? Di situlah bakal sukses kita berada. Mark begitu menyukai duduk berlama - lama di depan komputer sejak anak - anak untuk membuat suatu program.
            Gairah itu dipelihara hingga kuliah. Kendati drop-out, bukan berarti gairahnya berkurang. Justru ia makin tertantang hingga lahirlah Facebook.

Tekun dan Fokus
            Fokuslah pada impian dan tekunlah mengejarnya. Jangan cepat menyerah karena tidak ada sukses yang didapat dengan mudah, termasuk prestasi ajaib yang diraih Zuckerberg dalam membangun Facebook.
            “Orang berpikir bahwa kami membangunnya seperti fiksi. Padahal kami harus bekerja keras. Kami duduk di depan komputer selama enam tahun untuk membuat kode,” katanya.

Jangan Takut Hadapi Raksasa
            Mark memulai Facebook dengan impiam website itu akan jadi jantung industri internet. Padahal saat itu sudah ada raksasa yang sulit digoyahkan, yaitu Google.
            Tapi selalu ada jalan baru, model baru, atau peluang baru yang  belum digarap pihak lain.Karena itu tidak perlu takut memulai hal yang baru dan bersaing menghadapi raksasa.
            Selama kita yakin apa yang dilakukan adalah sesuatu hal baru dan potensial menjadi raksasa,  tidak perlu takut memulainya. Keberanian adalah modal utama orang - orang sukses. Buktunya,meski ada raksasa, Facebook tumbuh menjadi raksasa baru.
            Nah, seperti apa impian Anda ? Mulailah dari kecil, tekun menggarapnya, tetap jaga gairahnya, dan jangan takut bersaing. Sukses

Kamis, 08 November 2012

Hikayat Si Miskin


Karena kutukan Batara Indra, raja keindraan beserta istrinya jatuh miskin, melarat, dan terlunta-lunta di kerajaan Antah Berantahyang diperintah oleh Maharaja Indra Dewa. Setiap hari si miskin mencari sisa makanan yang sudah dibuang orang di tempat – tempat sampah. Apabila penduduk melihatnya , mereka beramai-ramai menghina,memukul, dan mengusis si miskin suami istri itu, sehingga badannya luka-luka. Sedih hati si miskin sepanjang hari dan tidak berani masuk kampong karena takut di pukul atau dilempari batu. Diambilnya daun-daun muda untuk di makan dan untuk pengobat luka di tubuhnya. Demikian pengalaman dan penderitaan mereka sepanjang hari.

Ketika mengandung 3 bulan , istrinya mengidamkan buah mempelam ( sejenis mangga ) yang tumbuh di halaman istana raja. Dimintanya agar suaminya ( si miskin ) meminta buah mempelam itu kepada raja. Mendekat kampong saja suaminya tidak berani, apalagi hendak menghadap raja minta buah mempelam itu. Dengan sedih dan meratap istrinya memohon supaya suaminya mau meminta mempelam raja itu. Karena kasihan kepada istrinya si miskin mencoba meminta mempelam itu.

Kelompok Kepentingan, Kelompok Penekan dan Partai Politik




Kelompok Kepentingan (Interest Group)
Kelompok kepentingan adalah sekelompok manusia yang mengadakan persekutuan yang didorong oleh kepentingan-kepentingan tertentu. Kepentingan ini dapat berupa kepentingan umum atau masyarakat luas ataupun kepentingan untuk kelompok tertentu. Contoh persekutuan yang merupakan kelompok kepentingan, yaitu organisasi massa, paguyuban alumni suatu sekolah, kelompok daerah asal, dan paguyuban hobi tertentu.
Kelompok kepentingan bertujuan untuk memperjuangkan sesuatu “kepentingan” dengan mempengaruhi lembaga-lembaga politik agar mendapatkan keputusan yang menguntungkan atau menghindarkan keputusan yang merugikan. Kelompok kepentingan tidak berusaha untuk menempatkan wakil-wakilnya dalam dewan perwakilan rakyat, melainkan cukup mempengaruhi satu atau beberapa partai didalamnya atau instansi yang berwenang maupun menteri yang berwenang.

Pendidikan Moral dan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Luhur Pancasila



Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kompleks. Sebuah bangsa heterogen yang  terdiri atas berbagai macam suku dan bangsa yang tertampung dalam satu wadah, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka berbaur menjadi satu dengan membawa budaya dan ideologinya nya masing-masing. Akibatnya timbullah budaya-budaya dan pemikiran baru yang merupakan hasil dari proses pembauran berbagai macam budaya dan ideologi mereka yang kian hari kian menggerus nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dari dalam hati dan jiwa bangsa asli Indonesia. Apabila masalah ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin generasi-generasi muda di masa mendatang akan kehilangan identitasnya sebagai bangsa yang terkenal ramah dan sopan. Untuk mencegah semakin buruknya degradasi moral bangsa Indonesia, terutama pemudanya, maka diperlukan adanya pendidikan moral dan karakter yang berbasiskan nilai-nilai luhur pancasila.
Pendidikan karakter mengajarkan kebiasaan cara berpikir dan perilaku yang membantu individu untuk hidup dan bekerja sama sebagai keluarga, masyarakat, dan bernegara dan membantu mereka untuk membuat keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan kata lain pendidikan karakter mengajarkan bangsa ini, pemuda negeri ini, untuk berpikir cerdas sehingga mampu mengatasi berbagai macam masalah baru yang ada, meningkatkan kemampuan untuk berbaur dengan bangsa lain dengan tetap mempertahankan identitas dan budaya bangsanya. Dijadikannya pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai Pancasila harus selalu dijadikan landasan pokok dalam berpikir dan berbuat, dan hal ini mengaharuskan bangsa Indonesia untuk merealisasikan nilai-nilai Pancasila itu kedalam sikap dan perilaku nyata baik dalam perilaku hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pendidikan karakter berbasis nilai-nilai luhur Pancasila adalah media yang tepat untuk merealisasikan hal tersebut, dengan tindakan yang tepat maka akan dihasilkan pula output atau keluaran yang tepat yaitu bangsa Indonesia yang berjiwa Pancasila. Tanpa adanya realisasi atau perwujudan nyata nilai-nilai luhur tersebut, maka Pancasila hanya tinggal ucapan-ucapan tanpa makna.

LET’S MAKE A WINDMILL



·         You will need:
#a sheet of paper
#a pair of compasses
#scissors
#some glue
#a pin
#a wooden stick
#a fan

·         Steps:
1.    Take a sheet of paper 12 cm x 12 cm in size
2.    Find the center of this square sheet
3.    Now,with the help of a pair                         
     of compasses,draw a circle of 7 cm radius
4.    Cut a log the dotted lines using the scissors
5.     Bring one part of each of the edges to 
     the center of the circle
6.    Stick these with glue
7.    Now pass a pin through the center of the wheel and into a wooden stick
8.    The wind wheel is now ready to be used
9.    Place it in front of a fan.You will see the wind wheel rotate


DUMADINE DESA SUMBEREJO




Desa Sumberejo yaiku sawijining desa kang ana ing kecamatan Mranggen kabupaten Demak. Miturut panuturane sesepuh desa utawa wong tuwa ing desa iku, desa Sumberejo dumadi saka lelakuning wali Allah sing arane Mbah Sendhang utawa Eyang Singa. Diarani Eyang Singa amarga dheweke duwe ingon-ingon kewan singa kang sipate ghoib utawa ora ketok mata.
Wektu samana wayahe lagi wae panas banter, banyu angel digoleki, tanduran padha mati. Para warga pada bingung golek banyu. Kali padha asat, sumur-sumur ora ana banyune. Wong-wong padha angel golek pangan. Sawah ora bisa ditanduri pari, banjur para among tani padha nandur tela utawa pohong. Nanging gusti Allah durung paring rejeki. Bebarengan karo panas banter dilalah ya usum tikus sisan. Mangka sakanane tela kang ditandur dening warga dipangan tikus.
Wong-wong padha kaluwen, sandangan sakanane, saktemune. Pungkasane akeh wong kang padha tumindak durjana. Maling, ngrampok, ngroda peksa sumebar ing ngendi-endi. Akeh panganan kang ora samesthine ora kanggo manungsa dikhalalake. Kayata tikus, yuyu, ula lan bangsa kewan liyane.

Ing kahanan kang gegirisi kaya mau, dumadakan ana waliAllah sing lagi mlaku-mlaku nyebarake agama islam. Dening para warga saiki, wali mau dijenengi Eyang Singa utawa Mbah Sendhang. Mbah sendhang mlaku saka desa wetan. Anggone mlaku, Mbah Sendhang kapethuk desa cilik kang wargane urip nelangsa. Sandhangane padha kucel, awake gering-gering paribasan kari balung karo kulit. Eyang Singa weruh sesawangan kaya mangkana banjur mampir sautara wektu. Dilalah anggone mampir ngepasi wektu asyar, mangka dheweke banjur cepet-cepet golek banyu kanggo wudhu. Sakambane desa wis diubengi, nanging ora ana banyu sakcawuk wae kanggo wudhu.

Kanthi terus mlaku dheweke golek banyu. Pungkasane Mbah Sendang weruh sumur sing isih ana banyune sithik-sithik. Nanging sumur mau kebak wong, wong sing padha andri golek banyu. Eyang Singa medhak, dheweke nembung njaluk banyu marang wong-wong sing padha andri golek banyu mau, nanging ora diwenehi malah banjur diusir saka kana. Eyang singa banjur lunga lan nyepatani sumur mau. Dumadakan ora pati suwe sumur mau dadi asat tenan.
Eyang Singa terus ngendika, “wong kok kaya balung kabeh.”
Suwe-suwe tembung balung mau dilira-liru dadi Balong. Desa Balong yaiku sawijining desa kang manggone neng sisih wetan desa Sumberejo.
Sawise lunga saka desa Balong, Eyang Singa nerusake mlakune saperlu golek banyu dienggo wudhu. Lagi sedhela wae mlaku dheweke kapethuk sawijining desa kang kahanane ora pati beda adoh saka desa Balong. Sakanane wong neng desa kuwi wis ditakoni kabeh, nanging tetep ora ana sing duwe banyu. Umpamane ana ya mung cukup dienggo masak utawa ngombe.
Eyang Singa terus mlaku nganti meh tekan wates desa sisih kidul. Dheweke kapethuk wong tuwa kang lagi ngindhit klenthing, sajake rekasa banget anggone gawa. Mbah Sendhang banjur takon, “nuwun sewu mbah, anggenipun mundhut toya menika saking pundi?”
Mbah mau mangsuli, "jupuke adoh ngger, aku ngangsu neng alas kidul, nek yahmene iki biyasane wis entek. Apa kowe selak butuh banyu, iki lho, jupuka sithik!”
“Inggih kula badhe nyuwun sakedhik damel wudhu.”

Kanthi sabar wong tuwa mau nunggoni Mbah Sendhang wudhu, banjur diterusake sholat.
Sawise sholat dheweke banjur takon, ”napa desa niki toyanipun ewet, mbah? Kula ngucap matur suwun sanget kagem panjenengan, mbah?", anggone muni mangkana tangane Mbah Sendhang karo njabut suket ing cedhake.
Dumadakan lemah tipak jabutan suket mau ambrol, bolong, malih dadi sendang. Saka jerone mili banyu saderes-derese.
Mbah tuwa mau banjur kamitenggengen lan ngomong, “sumbere rejo banget” mula nganti saiki desa mau dijenengi desa Sumberejo.
Ana ing jero sendhang isih mili banyu nganti saiki bena tiga dawa, banyune isih mili deres. Ing sacedhake sendhang ana kayu gedhe malang sing dikeramatake dening para warga. Kayu iku umure wis atusan taun, nanging ora gapuk. Jarene wong-wong sepuh, kayu kang wis lumuten iku makame Mbah Sendhang.

Kamis, 25 Oktober 2012

Tarian Daerah Kalimantan Selatan


Tari Baksa Kembang

merupakan tari selamat datang pada tamu agung dengan menyampaikan untaian bunga.


Tari Baksa Kambang adalah seni pertunjukan klasik dengan ciri khas dibawakan penari berjumlah ganjil; satu, tiga, lima, dan seterusnya.

Tarian ini punya beberapa versi. Dipaparkan Heryadi yang juga berprofesi sebagai koreografer dan ketua sebuah sanggar Tari Perintis Peradaban dan Kebudayaan Indonesia di Banjarmasin, seni tari di Kalimantan Selatan terbagi dalam empat kategori. Yaitu tari tradisional rakyat, klasik (keraton), pedalaman (Dayak), dan pesisir.

 







 Tari Radab rahayu
di pertunjukan pada upacara tepung tawar, sebelum pengantin pria dan wanita di persandingkan.

 

Blogroll

butterflies glittering

Template by:

Free Blog Templates